lapor SPT online

Kenali Perbedaan Dalam Periode (Bulanan) Dan SPT Tahunan

Seperti yang pernah dibahas oleh Pajak Klik pada artikel SPT sebelumnya, SPT adalah surat pemberitahuan yang digunakan oleh pembayar pajak untuk melaporkan perhitungan dan / atau pembayaran pajak, objek pajak dan / atau bukan objek pajak, dan / atau kewajiban dan kewajiban Ketentuan Undangan Perpajakan Legislasi. Semua informasi yang ditulis dalam SPT harus benar, lengkap, dan jelas.

SPT dapat dilaporkan langsung ke Kantor Pajak (KPP) atau online dengan menggunakan E-Filling. Wajib Pajak harus bertanggung jawab atas informasi yang diisi dalam SPT. Jika ada informasi yang tidak sesuai, Direktorat Jenderal Pajak sebagai penyelenggara kegiatan pajak dapat meminta informasi dan tanggung jawab atas wajib pajak.

Berbagai Jenis Pajak

Berdasarkan ketentuan-ketentuan hukum dan peraturan, ada dua jenis pajak, yaitu periode dan SPT tahunan. Periode SPT digunakan untuk melaporkan pajak dalam periode waktu tertentu (bulanan). Periode Pajak itu sendiri diatur dalam UU No. 28 tahun 2007 terkait dengan ketentuan dan prosedur umum untuk pelaporan

SPT tahunan harus dilaporkan setiap tahun, atau pada akhir tahun pajak. SPT tahunan itu sendiri dibagi menjadi dua kategori: SPT individu tahunan, dan SPT tubuh tahunan. Jadi, apa perbedaan dalam periode dan SPT tahunan?

Perbedaan antara SPT bulanan dan SPT tahunan:

1. Batas Pelaporan

Perbedaan dalam SPT bulanan dan tahunan sangat jelas terlihat dari batas pelaporan. SPT bulanan dilaporkan setiap bulan sementara SPT tahunan setahun sekali. Untuk melaporkan pembayar pajak pribadi SPT tahunan khusus dilakukan pada maksimum 31 Maret. Sementara wajib pajak badan maksimal 30 April karena melaporkan periode tahun sebelumnya.

Jadi, untuk pelaporan pada 2020 pelaporan dari Januari 2021 hingga maksimum 31 Maret 2021 untuk pembayar pajak individu. Sementara Badan Wajib Pajak dimulai dari Januari 2021 hingga maksimal 30 April 2021.

Laporan Maksimum Bulanan SPT setiap 20 setiap bulan. Jika tanggal ke-20 adalah laporan tentang tanggal berikut atau Anda dapat memeriksa pajak klik media sosial karena klik pajak selalu menyediakan kalender pelaporan pajak setiap bulan pada awal bulan.

2. Laporan terlambat

Denda seperti SPT bulanan dan tahunan juga merupakan nominal yang berbeda. Untuk SPT tahunan jika terlambat pelaporan untuk pembayar pajak individu tunduk pada denda Rp. 100.000. Bagi pembayar pajak, agen sederhana Lapor SPT yang dibebankan sebesar Rp. 1.000.000.

Untuk pembayar pajak yang terlambat lapor SPT online akan dikenakan sanksi administratif sebesar Rp. 500.000 untuk periode PPN. Sementara periode lain seperti PPH 21 sebesar Rp. 100.000. Daerah yang dibayar terlambat diberlakukan mencapai 2% per bulan dari pajak yang belum dibayarkan.

3. Tipe.

Berdasarkan jenis SPT tahunan hanya terdiri dari pembayar pajak pribadi SPT tahunan dan pembayar pajak agen. Sementara jenis pajak yang harus dilaporkan setiap bulan melalui periode waktu yang terdiri dari:

  • Pajak Penghasilan (PPH) Pasal 21.
  • Pasal 22 Pajak Penghasilan.
  • Pasal 23 Pajak Penghasilan.
  • Pasal 25 Pajak Penghasilan.
  • Pasal 26 Pajak Penghasilan.
  • Pasal 4 PPH paragraf 2.
  • Pasal 15 Pajak Penghasilan.
  • Pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak atas penjualan barang mewah (PPNBM).
  • Poller PPN.

4. Formulir yang digunakan

Formulir yang digunakan di setiap SPT juga berbeda. SPT tahunan individu dibagi menjadi tiga jenis formulir yang terdiri dari 1770 Formulir SPT Tahunan, SPT 1770 S, dan SPT 1770 SS. Perbedaan antara tiga jenis bentuk SPT tahunan terletak pada status personel seseorang, sumber pendapatan lain, dan jumlah penghasilan wajib pajak setiap tahun.

Form 1770 digunakan oleh pembayar pajak karyawan yang memiliki sumber pendapatan lain, sementara karyawan dengan pendapatan kurang dari atau sama dengan Rp60.000.000 per tahun dapat menggunakan Form 1770 SS. Mereka yang merupakan karyawan dengan pendapatan lebih dari Rp. 60.000.000 diminta untuk melaporkan SPT tahunan mereka dengan Form 1770 S.

Untuk SPT bulanan format bervariasi tergantung pada objek dan tarif pajak. Periode SPT PPH harus didukung oleh pemotongan bukti lampiran. Isi formulir SPT bulanan dan tahunan sekarang dilakukan secara online.

5. Tujuan pelaporan.

SPT bulanan memiliki tujuan pelaporan pajak yang dipotong atau dikumpulkan oleh pihak lain. SPT tahunan bertujuan untuk melaporkan pendapatan yang diterima dengan sendirinya, aset dan hutang pada akhir periode. Dalam mengisi SPT tahunan ada beberapa biaya yang tidak dapat dibebankan sesuai dengan kebijakan fiskal.

Itulah perbedaan antara SPT bulanan dan tahunan. Anda dapat membuat rancangan seperti, membayar SPT, dan lapor SPT online diklik pada pajak. Biarkan saja Anda buka aplikasi klik pajak Anda!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *